APE RODA KINCIR


                          APE RODA KINCIR 

🎡APE RODA KINCIR adalah alat pembelajaran edukatif untuk *meningkatkan Literasi anak* yang berbasis konten *STEAM* dan *LOOSE PART*

🚀Manfaat dari  *STEAM* anak menjadi termotivasi   dalam setiap pembelajaran, anak senang dan menikmati dalam proses KBM dan orang tua dapat berapresiasi terhadap kepuasan pembelajaran guru menggunakan konten *STEAM*

🎡APE Roda Kincir menggunakan alat-alat permainan *Lose Part* yaitu Material Lepasan Otentik Stimulasi PAUD. Loose part memberikan kebebasan anak dalam menggunakannya dan membiarkan anak bebas untuk bereksplorasi.

🚀Cara memainkannya sangat mudah metode yang di gunakan adalah berpusat pada anak, maka anak memutarkan roda kincir sampai berhenti di tempat tanda panah maka anak tersebut di berikan penugasan sesuai dengan gambar yang ada di roda kincir tersebut. Atau anak boleh memilih permainan dan proyek apa yang akan di pelajari pada hari itu.

🎡Dalam permainan ini memang memerlukan ketrampilan guru dalam menyusun dan mengembangkan rekayasa bermain yang natural dengan scenario bermain pendekatan STEAM. 
Hal ini di sesuaikan dengan Konseptual Pembelajaran Berorientasi Ketrampilan  Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) . Di mana HOTS ini mempersiapkan anak menuju pembelajaran abad 21.

             Belajar memang dimulai sejak dini. Fenomena yang jamak berkembang di masyarakat kita adalah belajar menulis dan membaca. Namun di dunia pendidikan usia dini, sebenarnya sedang berkembang metode pendidikan baru yang menyangkut bukan hanya pembelajaran baca tulis hitung (Calistung) namun juga sains hingga teknologi.

          Meskipun STEAM difokuskan pada ilmu eksakta, namun tidak mengesampingkan unsur sosialnya. Contohnya dalam kasus proses belajar dalam bentuk team work, anak akan berhubungan satu sama lain untuk memecahkan masalah.

         Namun, pola belajar STEAM harus disesuaikan dengan tingkat tumbuh kembang anak. Harus dibedakan pembelajaran berbasis STEAM untuk anak usia dini, usia sekolah dasar, dan menengah.

          STEAM bisa dikenalkan pada anak sejak dini dengan peralatan sederhana dan murah di sekitar kita. Sehingga Ayah Bunda bisa membantu menyiapkan si kecil tumbuh menjadi sosok yang kritis, analitis, kreatif dan inovatif.

            Lebih jauhnya rupanya metode STEAM ini berfokus juga pada kerjasama, komunikasi, penelitian, penyelesaian masalah, dan kemampuan berpikir kritis. Melalui pendekatan ini anak-anak diharapkan, tidak hanya cerdas secara akademis namun juga secara sosial.
                     Metode STEAM ini juga sangat erat kaitannya dengan pembelajar abad 21, karena lewat metode STEAM, anak-anak akan bermain permainan yang memiliki nilai edukasi. Dengan metode STEAM orangtua akan diajarkan bagaimana membuat aktivitas bermain bersama anak di rumah saat liburan, saat sedang turun hujan dan tidak bisa pergi kemana-mana, beberapa kegiatan ketika sedang liburan bersama keluarga dan di situasi lainnya.
Berikut Tips Belajar Berbasis STEAM:

1. Guru dan orang tua bisa mengajar si kecil menggunakan beragam metode dan alat, dan tidak perlu terpaku pada satu petunjuk.

2. Sering-sering membaca perkembangan metode dan pola belajar terbaru dari internet atau sumber literature lainnya.

3. Dilarang men-drill anak, alias melakukan pelatihan yang intensif dan berulang terus menerus karena akan membuat anak jadi seorang penghapal ketimbang menumbuhkan kemampuan analisisnya.

4. Belajar harus melatih seluruh inderanya, penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, pengecap. Bermain sambil belajar di taman atau halaman lebih baik ketimbang terus menerus belajar di depan computer yang hanya menekankan aspek visual saja.

5. Jangan taktil alias hanya duduk terus menerus tapi harus dengan banyak metode dan aktivitas.

Apa itu loose parts?
Loose parts adalah benda-benda terlepas yang dapat dipindahkan, dimanipulasi dan cara menggunakannya ditentukan oleh anak. Apabila digunakan dengan tepat, maka akan meningkatkan kreativitas anak.

Jadi pembelajaran metode STEAM dengan bahan loose parts adalah metode pembelajaran metode steam yang menggunakan bahan ajar yang berasal dari bahan bekas yang mudah dipindahkan, dimanipulasi dan cara penggunaannya ditentukan oleh anak.

OK. Siapkah saudaraku guru PAUD menyongsong metode pembelajaran baru ?









Komentar